Bantuan Biaya Kuliah Melalui KIP Kuliah

Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang diluncurkan Presiden Joko Widodo merupakan bukti kehadiran negara untuk membantu warganya memperoleh hak pendidikan hingga bangku kuliah. Negara hadir untuk mendukung generasi muda, calon pemimpin masa depan, yang berpotensi tetapi membutuhkan dukungan finansial agar dapat memiliki akses yang sama untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pemerintah menargetkan 818.000 mahasiswa untuk menerima KIP Kuliah pada tahun 2020. KIP Kuliah dikelompokkan menjadi KIP Kuliah dan KIP Kuliah Afirmasi yang mencakup dukungan bagi penyandang disabilitas, peserta program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk Orang Asli Papua di wilayah Papua dan Papua Barat, wilayah 3T (terdepan, terluar, atau tertinggal), serta wilayah yang terkena dampak bencana alam atau konflik sosial.

“Jumlah tersebut terdiri dari mahasiswa Bidikmisi on-going tahun 2016-2019 sebanyak 418.000 mahasiswa dan KIP Kuliah untuk calon mahasiswa baru sebanyak 400.000 mahasiswa," disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na’im di Kantor Kemendikbud di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Jaminan Keberlangsungan Bidikmisi dan Afirmasi saat ini (ongoing)

Kemendikbud menjamin keberlangsungan studi mahasiswa penerima Bidikmisi dan Afirmasi saat ini (ongoing) untuk terus mendapatkan bantuan pendidikan sampai dengan masa studi selesai.

“Tidak ada perubahan apapun terhadap program bantuan pendidikan yang sedang diterima. Sesuai rencana, dana Bidikmisi semester genap akan dicairkan pada awal Maret 2020,” jelas Sesjen Ainun Na'im.

Calon Mahasiswa Baru yang memerlukan KIP Kuliah

Bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan lulus SMA, SMK, MA/sederajat pada tahun 2018-2020, dipersilakan mendaftar untuk mendapatkan KIP Kuliah mulai awal Maret 2020. Pendaftaran dilakukan secara online pada laman http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/.

Data yang diperlukan untuk pendaftaran KIP Kuliah sama dengan persyaratan mendapatkan Bidikmisi, yaitu Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan alamat e-mail. Setelah diverifikasi oleh sistem, calon akan menerima nomor pendaftaran dan kode akses untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Dalam hal calon mahasiswa berasal dari keluarga tidak mampu namun belum memiliki KIP atau orang tua/wali mahasiswa belum terdaftar sebagai penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), masih mungkin menerima KIP Kuliah selama lolos seleksi dan verifikasi kondisi ekonomi oleh perguruan tinggi terkait.

Pendaftaran Jalur SNMPTN

Calon mahasiswa yang tidak membutuhkan dukungan KIP Kuliah dan ingin mendaftar seleksi masuk PTN melalui jalur Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) dapat melakukan pendaftaran hingga 27 Februari 2020. Namun, khusus bagi calon mahasiswa yang membutuhkan dukungan KIP Kuliah dan ingin mendaftar seleksi masuk PTN melalui jalur SNMPTN, maka dipersilakan mendaftar ke laman KIP Kuliah terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor pendaftaran dan kode akses. Pendaftaran dapat dilakukan pada awal bulan Maret 2020 hingga 31 Maret 2020.

“Bagi calon mahasiswa yang membutuhkan dukungan KIP Kuliah, diharapkan untuk tenang dan memantau perkembangan di kanal Kemendikbud. Informasi lebih lengkap terkait KIP Kuliah akan diumumkan pada awal Maret,” pungkas Sesjen Kemendikbud.

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kesempatan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang belum memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk tetap melakukan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan mengajukan permohonan KIP Kuliah. Pendaftaran KIP Kuliah dibuka pada tanggal 2 hingga 31 Maret 2020 hingga pukul 23.59 WIB melalui laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, menegaskan bahwa KIP Kuliah merupakan bentuk penguatan program Bidikmisi yang dilaksanakan melalui perluasan akses mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

"Pada tahun ini, Pemerintah mengeluarkan kebijakan KIP Kuliah agar terintegrasi dengan kebijakan yang telah dilaksanakan selama lima tahun belakangan ini, yakni KIP yang dimiliki siswa SMA maupun SMK. Perlu disampaikan bahwa kebijakan KIP Kuliah untuk sementara diperuntukkan hanya bagi calon mahasiswa baru di kampus," disampaikan Nizam di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (24/2).

Saat ini, pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah dibuka. Semula, pendaftaran akan ditutup pada tanggal 27 Februari 2020 pukul 23.50, tetapi khusus bagi calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan KIP Kuliah, disediakan perpanjangan waktu yang menyesuaikan pendaftaran KIP Kuliah, yaitu tanggal 2 hingga 31 Maret 2020.

Bagi calon mahasiswa yang tidak membutuhkan dukungan biaya dari pemerintah dan ingin mendaftar seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur SNMPTN, dapat melakukan pendaftaran hingga tanggal yang ditentukan (27 Februari 2020) dan langsung melakukan finalisasi. Begitu juga bagi calon mahasiswa yang sudah memiliki KIP pada jenjang pendidikan sebelumnya.

Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Mohammad Nasih, menjelaskan, bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang sama sekali belum memiliki KIP tetap dapat melakukan pendaftaran SNMPTN hingga pengisian program studi dan pilihan universitas. Namun, diharapkan tidak melakukan finalisasi terlebih dulu sebelum mendaftar pada laman KIP Kuliah. 

"Pendaftaran KIP Kuliah dimulai awal Maret mendatang. Boleh saja sudah mulai mendaftar dan mengisi informasi-informasi yang perlu dicantumkan di pendaftaran SNMPTN, tetapi kami imbau untuk jangan finalisasi terlebih dulu. Jika pendaftaran KIP Kuliah sudah rampung, baru pendaftaran SNMPTN dapat difinalisasi dan cetak kartu," jelas Nasih.

Dikonfirmasi oleh Nasih, pendaftaran SNMPTN khusus bagi calon mahasiswa kurang mampu yang membutuhkan KIP Kuliah memang telah diperpanjang hingga akhir Maret 2020, menyesuaikan dengan pendaftaran KIP Kuliah yang diadakan pada tanggal 2 hingga 31 Maret 2020.

Proses pendaftaran SNMPT sendiri dapat dilakukan melalui laman http://portal.ltmpt.ac.id/. Pada laman tersebut, pendaftar akan diminta untuk mengisi biodata, pilihan perguruan tinggi negeri, dan pilihan program studi, serta mengunggah dokumen prestasi tambahan (jika ada). Langkah terakhir adalah finalisasi. Jika sudah finalisasi, pendaftar dianggap telah selesai mendaftar, sehingga harus mencetak Kartu Bukti Pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN.

Untuk yang ingin mendaftar KIP kuliah, calon mahasiswa bisa melakukannya secara mandiri dengan langsung mengakses ke laman http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/. Setelah masuk ke laman tersebut, sistem akan melakukan validasi terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan kelayakan mendapatkan KIP Kuliah.

Jika dinyatakan berhasil, calon mahasiswa akan mendapatkan Nomor Pendaftaran dan Kode Akses ke surat elektronik (e-mail) yang telah didaftarkan. Setelah itu, proses pendaftaran KIP kuliah pun selesai.

Sumber : https://kemdikbud.go.id/main/blog
Selengkapnya »

9 Trik Sukses SNMPTN Tahun 2020

Trik Sukses SNMPTN Tahun 2020 - Bisa kuliah dan masuk ke dalam Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tentunya menjadi impian bagi peserta didik SMA ataupun SMK sederajat tak terkeciuali para orang tua. Namun demikian untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) perlu dan membutuhkan perjuangan besar dan proses yang panjang yang harus kamu lewati sebelumnya. Perjuangan sejak selesainya pelaksanaan Ujian Nasional saat SMP, kelas IX. Dilanjutkan dengah pemilihan sekolah dijnejang SMA/SMK yang diidamkan atau favorit.  Melalui sekolah SMA/SMK sejak kelas X, akan menjadi awal untuk meraih kesuksesan ketika lulus SMA/SMK, terutama bila ingin masuk PTN dmelalui jalur SNMPTN.


Agar sukses bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tentunya harus lulus dalam salah satu seleksi yang diadakan oleh panitia. Apa saja sih jenis-jenis seleksi tersebut? Perlu kamu ketahui bahwa ada tiga jenis seleksi untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yakni, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri.

Baca : Info Kuota Bidikmisi 2020


Mencermati Ketentuan SNMPTN 2020

SNMPTN adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan menerapkan sistem undangan, dimana usaha yang bisa dilakukan dengan melakukan pengisian PDSS, verifikasi sampai dengan pendaftaran, sedangkan seleksi hanya menunggu pemeringkatan dari panitia.

Berdasar info sebelumnya, SNMPTN ini diibaratkan sebagai bonus prestasi yaitu nilai raport selama 5 semester dan yang kedua adalah indeks sekolah kamu masing-masing. Oleh karena itu tentunya memerlukan strategi khusus untuk bisa masuk ke jurusan yang diharapkan. Perlu diketahui bahwa nilai yang dibutuhkan untuk lolos SNMPTN ini adalah nilai dari semester awal hingga semester lima. Itu artinya jika kamu merasa sudah bersungguh-sungguh maka terbuka peluang besar untuk bisa masuk PTN melalui jalur SNMPTN 2020.

Apa saja dan bagaimana sih cara analis nilai rapor agar bisa sukses melalui jalur SNMPTN 2020? Pertama harus menyiapkan raport dari semester awal hingga semester 5 terlebih dahulu. Tentunya dalam raport terkini ada 3 jenis nilai pada raport yakni, nilai pengetahuan, nilai sikap, dan nilai keterampilan. Namun demikian yang akan digunakan hanyalah nilai pengetahuan saja atau bisa juga rata-rata dari nilai pengetahuan dan keterampilan.
Selanjutnya disarankan untuk membuat draft grafik nilai, yaitu dari semester awal hingga semester 5. Berikutnya bisa  menarik kesimpulan pelajaran mana yang memiliki nilai stabil, selalu naik, dan yang naik turun. Karena peluang besar diterima jika grafik nilainya stabil menaik, ilustrasinya misalkan saat kelas 10 nilainya stabil, lalu ketika duduk di kelas 11 semester ganjil nilainya turun karena beberapa mata pelajaran tapi rata-rata nilai stabil menaik dari semester awal hingga semester 5 di kelas 12.

SNMPTN bisa dikatakan merupakan jalur seleksi untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menggunakan sistem, tapi tahukah kamu bahwa ternyata ada tips dan trik ampuh yang bisa kamu terapkan agar bisa lolos SNMPTN 2020. 

Jadwal SNMPTN Tahun 2020


No. Agenda Estimasi Tanggal
1 Pengisian dan Verifikasi PDSS 15 Januari 2020 - 18 Februari 2020
2 Pendaftaran SNMPTN 14 Februari 2020 - 27 Februari 2020
3 Penguman Hasil Seleksi 4 April 2020

Jadwal baru estimasi, menyesuaikan agenda SNMPTN 2020, jadi hanya bersifat informasi awal, untuk sia-siap saja. Adapun Jadwal Lengkap SNMPTN 2020 secara resmi menunggu informasi resmi dari laman snmptn.ac.id

Memilih PTN, Ini Daftar PTN di SNMPTN 2020

SNMPTN bisa dikatakan merupakan jalur seleksi untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menggunakan sistem, tapi tahukah kamu bahwa ternyata ada tips dan trik ampuh yang bisa kamu terapkan agar bisa lolos SNMPTN 2020. .
Berikut Daftar PTN di SNMPTN 2020 :

Daftar PTN SNMPTN 2020

No. PTN Alamat Website PMB
1 Universitas Syiah Kuala http://www.pmb.unsyiah.ac.id
2 Universitas Malikussaleh http://pmb.unimal.ac.id
3 Universitas Teuku Umar http://www.utu.ac.id
4 Universitas Samudera http://pmb.unsam.ac.id
5 ISBI Aceh http://isbiaceh.ac.id/
6 UIN AR-Raniry http://www.pmb.ar-raniry.ac.id/
7 Universitas Sumatera Utara http://www.usu.ac.id
8 Universitas Negeri Medan http://spmb.unimed.ac.id
9 UIN Sumatera Utara http://www.uinsu.ac.id
10 Universitas Riau http://admisi.unri.ac.id
11 UIN Sultan Syarif Kasim Riau http://akademik.uin-suska.ac.id/
12 Universitas Maritim Raja Ali Haji https://penerimaan.umrah.ac.id/
13 Universitas Andalas http://pmb.unand.ac.id
14 Universitas Negeri Padang http://spmb.unp.ac.id
15 ISI Padang Panjang http://isi-padangpanjang.ac.id/
16 Universitas Jambi https://www.unja.ac.id/
17 Universitas Bengkulu http://admisi.unib.ac.id
18 Universitas Sriwijaya http://www.reg.unsri.ac.id
19 UIN Raden Fatah http://spmb.radenfatah.ac.id
20 Universitas Bangka Belitung http://www.ubb.ac.id
21 Universitas Lampung http://simanila.unila.ac.id
22 Institut Teknologi Sumatera http://pmb.itera.ac.id/
23 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa http://spmb.untirta.ac.id/
24 Universitas Indonesia http://penerimaan.ui.ac.id/
25 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta https://spmb.uinjkt.ac.id
26 Universitas Negeri Jakarta http://penmaba.unj.ac.id
27 UPN Veteran Jakarta https://penmaru.upnvj.ac.id/
28 Universitas Singaperbangsa Karawang http://pmb.unsika.ac.id
29 Institut Teknologi Bandung http://usm.itb.ac.id/wp
30 Universitas Padjadjaran http://smup.unpad.ac.id
31 Universitas Pendidikan Indonesia http://pmb.upi.edu
32 ISBI Bandung http://isbi.ac.id
33 UIN Sunan Gunung Djati Bandung http://www.uinsgd.ac.id
34 Institut Pertanian Bogor http://admisi.ipb.ac.id
35 Universitas Siliwangi http://pmb.unsil.ac.id
36 Universitas Jenderal Soedirman http://www.unsoed.ac.id
37 Universitas Tidar http://um.untidar.ac.id/
38 Universitas Sebelas Maret http://spmb.uns.ac.id
39 ISI Surakarta https://spmb.isi-ska.ac.id/
40 Universitas Diponegoro http://um.undip.ac.id
41 Universitas Negeri Semarang http://penerimaan.unnes.ac.id
42 UIN Walisongo Semarang http://pmb.walisongo.ac.id
43 Universitas Gadjah Mada http://um.ugm.ac.id
44 Universitas Negeri Yogyakarta http://pmb.uny.ac.id
45 UPN Veteran Yogyakarta http://pmb.upnyk.ac.id
46 ISI Yogyakarta http://isi.ac.id
47 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta http://www.uin-suka.ac.id
48 Universitas Jember http://www.unej.ac.id
49 Universitas Brawijaya http://selma.ub.ac.id
50 Universitas Negeri Malang http://seleksi.um.ac.id
51 UIN Malik Ibrahim Malang http://pmb.uin-malang.ac.id
52 Universitas Airlangga http://ppmb.unair.ac.id
53 Institut Teknologi Sepuluh Nopember http://smits.its.ac.id
54 Universitas Negeri Surabaya http://www.unesa.ac.id
55 Universitas Trunojoyo Madura http://pmb.trunojoyo.ac.id
56 UPN Veteran Jawa Timur http://simaba.upnjatim.ac.id
57 UIN Sunan Ampel Surabaya http://www.uinsby.ac.id
58 Universitas Tanjungpura http://scmb.untan.ac.id
59 Universitas Palangkaraya http://www.upr.ac.id/
60 Universitas Lambung Mangkurat http://ulm.ac.id/id/
61 Universitas Mulawarman http://www.unmul.ac.id
62 Institut Teknologi Kalimantan http://www.itk.ac.id
63 Universitas Borneo Tarakan http://snmptn.borneo.ac.id
64 Universitas Udayana https://infoseleksi.unud.ac.id/
65 Universitas Pendidikan Ganesha http://undiksha.ac.id/id
66 ISI Denpasar http://spmb.isi-dps.ac.id/
67 Universitas Mataram http://pmb.unram.ac.id
68 Universitas Nusa Cendana http://www.undana.ac.id
69 Universitas Timor http://www.unimor.ac.id
70 Universitas Hasanuddin http://www.unhas.ac.id/pmb
71 Universitas Negeri Makassar http://www.unm.ac.id
72 UIN Alauddin Makassar http://siadin.uin-alauddin.ac.id
73 Universitas Sam Ratulangi http://www.unsrat.ac.id
74 Universitas Negeri Manado http://www.unima.ac.id
75 Universitas Tadulako http://www.untad.ac.id
76 Universitas Sulawesi Barat https://unsulbar.ac.id
77 Universitas Haluoleo http://www.uho.ac.id
78 Universitas Negeri Gorontalo http://www.ung.ac.id
79 Universitas Sembilan Belas November Kolaka http://pmb.usn.ac.id
80 Universitas Pattimura http://pmb.unpatti.ac.id/
81 Universitas Khairun http://www.unkhair.ac.id
82 Universitas Cenderawasih http://www.unicen.ac.id
83 Universitas Musamus Merauke http://www.unmus.ac.id
84 ISBI Tanah Papua http://isbi-tanahpapua.ac.id
85 Universitas Papua http://unipa.ac.id

Merencanakan Pembelajaran SNMPTN 2020

Apa maksudnya merencanakan pembelajaran? Ya tentunya adik-adik sejak kelas 10 sudah langsung mempersiapkan diri dengan belajar untuk mendapatkan yang terbaik di kelasnya.

Paling tidak bisa masuk dalam daftar 5 besar kelas, sehingga nantinya memudahkan saat pengisian dan pendaftaran jurusan yang dipilih.

Syukur-syukur yang punya kesempatan dengan mengikuti tambahan pelajaran di luar sekolah, sehingga pembelajaran di sekolah dapat diikuti dengan baik.

Target utama menjadi 5 besar di kelas adalah syarat awal agar nantinya bisa mendaftar melalaui jalur SNMPTN.

Memilih PTN dengan Passing Grade Rendah

Selanjutnya, saat pendaftaran yang sesuai jadwal akan dimulai pada 14 Februari 2020 dan akan berakhir 27 Februari 2020. Adik-adik agar memilih jurusan di PTN dengan passing grade yang rendah, yang tentunya akan memiliki daya saing tidak begitu berat.

Sehingga perlu sering mengecek informasi tentang jumlah pendaftar. Biasanya akan ada update informasi tentang jumlah pendaftar SNMPTN tahun 2020.
Next update......
Selengkapnya »

13 Daftar PTN Dengan Rangking Tertinggi di Indonesia

13 Daftar PTN Dengan Rangking Tertinggi di Indonesia - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan 100 perguruan tinggi non-vokasi dengan ranking tertinggi di Indonesia pada 2019.

Dari seluruh Perguruan Tinggi Non-Vokasi di bawah Kemenristekdikti dengan jumlah sebanyak 2.141 itu dibagi dalam lima klaster.

Klaster 1 berjumlah 13 perguruan tinggi; Klaster 2 berjumlah 70 perguruan tinggi; Klaster 3 berjumlah 338 perguruan tinggi, Klaster 4 berjumlah 955 perguruan tinggi, dan Klaster 5 berjumlah 765 perguruan tinggi.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, klasterisasi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi sekaligus menjadi dasar bagi Kemenristekdikti dalam memberikan kebijakan sesuai kapasitas setiap klaster perguruan tinggi tersebut.

“Tujuan kami ingin mendorong perguruan tinggi Indonesia semakin maju dan masuk ke kelas dunia," ungkap Menteri Nasir saat mengumumkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia 2019 sekaligus meluncurkan Buku Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Jakarta, Jumat (16/8).

Adapun 13 perguruan tinggi non-vokasi dengan ranking tertinggi di Indonesia pada 2019:

1.Institut Teknologi Bandung (skor 3.671 - klaster 1)
2.Universitas Gadjah Mada (skor 3.594 - klaster 1)
3.Institut Pertanian Bogor (skor 3.577 - klaster 1)
4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (skor 3.462 - klaster 1)
5.Universitas Indonesia (skor 3.401 - klaster 1)
6.Universitas Diponegoro (skor 3.207 - klaster 1)
7.Universitas Airlangga (skor 3.056 - klaster 1)
8.Universitas Hasanuddin (skor 3.036 - klaster 1)
9.Universitas Brawijaya (skor 2.948 - klaster 1)
10.Universitas Padjadjaran (skor 2.906 - klaster 1)
11.Universitas Andalas (skor 2.795 - klaster 1)
12.Universitas Sebelas Maret (skor 2.711 - klaster 1)
13.Universitas Sumatera Utara (skor 2.695 - klaster 1)

Dari data tersebut menunjukkan, jika rangking UI terus menurun. Berbeda dengan ITB yang makin berjaya. Terus merosotnya rangking UI, menurut Nasir salah satunya dilihat dari nilai outcome.

Pemeringkatan Perguruan Tinggi 2019 berfokus pada indikator atau penilaian yang berbasis Output - Outcome Base, yaitu dengan melihat kinerja masukan dengan bobot 40 % yang meliputi kinerja Input (15%) dan Proses (25%), serta Kinerja Luaran dengan bobot 60% yang meliputi Kinerja Output (25%), dan Outcome (35%).

Penambahan indikator baru tersebut sebagai upaya agar perguruan tinggi dapat secara aktif merespon perkembangan zaman, terutama revolusi industri keempat dan kebutuhan tenaga kerja.

“Dengan perubahan penilaian kinerja perguruan tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, diharapkan perguruan tinggi didorong untuk lebih menekankan produk atau luaran pendidikan tinggi yang berkualitas yaitu dengan pemberian bobot output yang lebih besar dari bobot input,” tambah Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo.

Sumber : jpnn.com
Selengkapnya »

Rangking 100 Dunia Menjadi Target Menristik Bagi PTN

Menristekdikti Mohamad Nasir menargetkan perguruan tinggi negeri (PTN) yang dipimpin rektor asing bisa masuk rangking 100 dunia. Menteri Nasir juga memastikan anggaran untuk menggaji rektor luar negeri ini akan disediakan pemerintah, tanpa mengurangi anggaran PTN tersebut.

Pemerintah menargetkan pada 2020 sudah ada perguruan tinggi yang dipimpin rektor terbaik dari luar neger. Tahap awal targetnya lima PTN.

"Kami tantang calon rektor luar negerinya. Bisa tidak tingkatkan ranking perguruan tinggi ini menjadi 200 besar dunia. Setelah itu tercapai, berikutnya 150 besar dunia. Setelah ini 100 besar dunia. Harus seperti itu. Kita tidak bisa targetnya item per item. Bisa tidak mencapai target itu. Nanti (dia harus meningkatkan) publikasinya, mendatangkan dosen asing, mendatangkan mahasiswa asing, bahkan mahasiswa Indonesia bisa kirim ke luar negeri," ungkap Menteri Nasir usai konpers di kantornya, Jumat (26/7).

Pemerintah menargetkan 2020 sudah ada satu perguruan tinggi di Indonesia yang dipimpin rektor terbaik luar negeri. Ditargetkan pada 2024, ada lima perguruan tinggi Indonesia yang dipimpin oleh rektor luar negeri.

Menteri Nasir mengakui saat ini ada beberapa perbaikan peraturan yang diperlukan untuk mengundang rektor dan dosen luar negeri.

"Saya laporkan kepada Bapak Presiden, ini ada regulasi yang perlu ditata ulang. Mulai dari Peraturan Pemerintahnya. Peraturan Menteri kan mengikuti Peraturan Pemerintah. Nanti kalau Peraturan Pemerintahnya sudah diubah, Peraturan Menteri akan mengikuti dengan sendirinya," tuturnya


Dia memperkirakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) sudah layak dipimpin rektor terbaik dari luar negeri. PTNBH juga diperkirakan layak berkolaborasi atau mengundang dosen luar negeri untuk mengajar dan meneliti, mengingat PTNBH memiliki ranking tertinggi di antara perguruan tinggi lain di Indonensia. Namun dia masih menunggu hasil kajian dari tim Kemenristekdikti, di mana memungkinkan PTN Badan Layanan Umum (PTN BLU) atau PTN Satuan Kerja (PTN Satker) dipimpin oleh rektor luar negeri dan ditempati dosen luar negeri.

"Perguruan Tinggi Negeri yang paling tidak sekarang posisinya Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, yang saya anggap paling mature, paling dewasa, tapi dimungkinkan juga di BLU, di Satker yang punya reputasi yang baik, bisa ke sana juga," paparnya

Sumber : jpnn.com
Selengkapnya »

Besaran UKT Bagi Jalur Mandiri Perlu Diketahui Pendaftar

Informasi mengenai besaran UKT ( uang kuliah tunggal ) sangat dibutuhkan para pendaftar seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur mandiri.

Ya, jalur ujian mandiri menjadi alternatif terakhir bagi yang gagal lolos SBMPTN 2019 (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2019).

Diketahui, dari 714.652 pendaftar SBMPTN 2019, hanya 23,61 persen yang lolos. Praktis, ada sekitar 545.910 peserta yang gagal.

”Kondisi jalur ujian mandiri menjadi ajang komersial harus semaksimal mungkin diantisipasi,” tegas Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

Nasir tidak menampik adanya isu praktik komersial muncul dari kampus-kampus yang menggelar jalur ujian mandiri. Calon mahasiswa lolos dengan syarat membayar biaya uang kuliah tunggal lebih. Cara tersebut tentu dianggap sebagai ajang kampus negeri mencari uang.
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, lanjut Nasir, akan melakukan evaluasi dari program studi (prodi) yang kerap menjadi incaran tertinggi calon mahasiswa. Juga, akan menyasar prodi yang dibutuhkan untuk dunia kerja (vokasi).

Jurusan lama seperti kedokteran, ilmu kemasyarakatan, ilmu komunikasi, dan teknik diprediksi masih tinggi peminat. Peluang masuk bisa lebih besar jika peserta memilih jurusan yang baru dibuka. Nasir menyebut saat ini ada 147 program studi S-1 baru.
”Silakan masing-masing PTN mulai membuka jalur mandiri. Tapi saya ingatkan, jangan sampai jalur mandiri ini dijadikan ajang komersialisasi,” kata Nasir kembali menegaskan.

Dalam waktu dekat, lanjut dia, beberapa PTN membuka seleksi mandiri. Contohnya, Universitas Indonesia (UI) akan menggelar SIMAK UI pada 10 Juni hingga 10 Juli 2019. Demikian juga beberapa PTN lain.

”Di ITB yang menerima 4.200 mahasiswa baru, 20 persennya diambil dari jalur mandiri,” ujar mantan Rektor Universitas Diponegoro itu.

Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsah Suryadi membenarkan kampus yang dipimpinnya membuka jalur ujian mandiri. Kampusnya berprinsip bahwa jalur mandiri bukan untuk menggalang dana. Melainkan untuk tetap memberi kesempatan bagi siswa yang masih bertekad kuliah dan kurang mampu secara ekonomi.

Sebab, kasus yang dihadapi setiap anak berbeda. Tidak melulu gagal pada SNMPTN maupun SBMPTN. Ada yang sudah diterima SBM PTN tapi ngakunya salah jurusan. Asal memilih prodi yang penting diterima negeri pada jalur sebelumnya.
Selain itu, Kadarsah juga masih membuka peluang beasiswa bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi melalui jalur mandiri. Memberikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan slip gaji orangtua sebagai persyaratannya.

”Nantinya, tim kami akan mengecek untuk verifikasi data tersebut. Kami sediakan biaya Rp 0 dan hanya membayar 20 persen UKT (uang kuliah tunggal). Untuk yang mampu, kami mempersilahkan bayar semampunya," terangnya kepada Jawa Pos. Sehingga walaupun lewat jalur UM tidak ada kesan komersialisasi.

Meski begitu, ITB tetap mengutamakan kualitas calon mahasiswanya. Memenuhi syarat akademik dengan lulus tes dan menyantumkan nilai UTBK, serta harus memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan atau kecematan siswa tinggal.
”Semuanya tetap kami akan melakukan penyaringan di tahap ujian mandiri ini. Sebab, tantangan kami kedepan adalah bagaimana menyeimbangkan hasil para lulusan bukan hanya profesional ditingkatkan, melainkan meningkatkan lulusan yang siap jadi peneliti dan entrepreneur,” jelas Kadarsah.

Di Surabaya, tidak hanya jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN), peminat masyarakat masuk PTN jalur mandiri terus meningkat. Biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih mahal. Sebab, mereka tidak hanya membayar uang kuliah tunggal (UKT) per semester, tetapi juga membayar sumbangan pengembangan institusi (SPI).

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Mochamad Ashari mengatakan, Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mematok kuota jalur mandiri di masing-masing PTN maksimum 30 persen dari total mahasiswa baru (maba).

Sementara, kuota 70 persen dialokasikan untuk jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN). “Kami perlu ada subsidi silang untuk mahasiswa yang ekonominya kurang. Dan itu diambil dari jalur mandiri,” katanya
Menurut Ashari, ITS sendiri memiliki kuota bidikmisi 850 orang. Kuota tersebut sesuai dengan peraturan dari Kemenristekdikti. Yakni, 20 persen dari total kuota mahasiswa baru. Itu diberikan pada jalur SNMPTN dan SBMPTN. Itu pun belum tentu kuotanya terpenuhi. “Perguruan tinggi butuh penyeimbang subsidi silang lewat jalur mandiri. Mereka yang punya kemampuan ekonomi lebih. Karena jalur mandiri tidak ada bidikmisi,” ujarnya.

Ashari menuturkan, besaran biaya UKT jalur mandiri ITS masih terbilang murah. Yakni, Rp 7,5 juta per semester untuk seluruh program studi (prodi). Besaran UKT tersebut sama dengan jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN).

“ITS masih menggunakan skema lama. Sejak 2012, UKT per semester di seluruh prodi tidak berubah,” katanya.

Bedanya, pada jalur mandiri, camaba harus membayar SPI. Besaran SPI di ITS sendiri setiap prodi berbeda-beda. Yakni, minimal Rp 20 juta hingga minimal Rp 75 juta. Meski begitu, semakin besar biaya SPI yang dibayar tetap tidak menjamin calon peserta tersebut diterima jalur mandiri.

“Jadi bukan jor-joran uang. Semua sudah disesuaikan dengan standarnya. ITS juga tetap memprioritaskan akademik,” ujarnya.
Ashari menyebutkan, banyak dari para pendaftar jalur mandiri yang sanggup membayar hingga ratusan juta. Namun, nilai akademik peserta di bawah rata-rata. ITS pun tidak meloloskannya. “Subsidi silang dikuatkan untuk membantu kelompok yang ekonominya kurang. Namun, bukan dari jalur mandiri saja. ITS masih ada dari perusahaan danprogram-program lain,” katanya.

Sementara itu, di Universitas Airlangga juga memberlakukan uang kuliah semester (UKS) dan uang kuliah awal (UKA). Besaran UKS sendiri setiap prodi berbeda-beda. Minimal Rp 6 juta hingga Rp 15 juta. Sementara, UKA paling murah Rp 20 juta hingga Rp 99 juta.

Sumber : jpnn.com
Selengkapnya »